Pentingnya Mendidik Anak Di Usia Dini
Periode emas bagi perkembangan anak adalah dimaksudkan untuk
memperoleh proses pendidikan, dan periode ini adalah tahun-tahun yang
sangat berharga bagi seorang anak untuk mengenali berbagai macam fakta
di lingkungannnya sebagai stimulus terhadap perkembangan kepribadian ,
psikomotor, kognitif maupun sosialnya.
Berdasarkan hasil penelitian sekitar 50% kapabilitaas kecerdasan
orang dewasa telah terjadi ketika anak berumur 4 tahun,8 0% telah
terjadi perkembangan yang pesat tentang jaringan otak ketika anak
berumur 8 tahun dan mencapai puncaknya ketika anak berumur 18 tahun, dan
setelah itu walaupun dilakukan perbaikan nutrisi tidak akan berpengaruh
terhadap perkembangan kognitif.
Hal ini berarti bahwa perkembangan yang terjadi dalam kurun waktu 4
tahun pertama sama besarnya dengan perkembangan yang terjadi pada kurun
waktu 14 tahun berikutnya. Sehingga periode ini merupakan periode kritis
bagi anak, dimana perkembangan yang diperoleh pada periode ini sangat
berpengaruh terhadap perkembangan periode berikutnya hingga masa dewasa.
Sementara masa emas ini hanya datang sekali, sehingga apabila
terlewatkan berarti habislah peluangnya.
Untuk itu pendidikan anak usia dini seharusnya memberikan rangsangan
(stimulasi) dari lingkungan terdekat adalah sangat diperlukan untuk
mengoptimalkan kemampuan anak. Pemerintah dalam hal jangan sekai-kali
melakukan pendekatan yang sangat diskriminatif terutama dalam
pengambilan kebijakan terhadap PAUD (baik paud forma,non formal mupun
paud informal) terutama pada pos paud,karena UU No 20 tahun 2003 tidak
mengenal istilah pos paud (secara tersurat),sekali lagi pemerintah tidak
boleh berlaku deskriminatif.
Pemerintah Indonesia telah memperkenalkan panduan stimulasi dalam
program Bina Keluarga Balita (BKB) sjak tahun 1980, namun
implementasinya belum memasyarakat. Hasil penelitian Herawati ( 2002) di
Bogor menemukan bahwa dari 265 keluarga yang diteliti hanya 15% yang
mengetahui program BKB, factor lain adalah rendahnya partisipasi orang
tua dalam program BKB.
Masih rendahnya layanan pendidikan dan perawatan bagi anak usia dini
saat ini antara lain disebabkan masih terbatasnya jumlah lembaga yang
memberikan layanan pendidikan dini jika dibanding dengan jumlah anak
usia 0-6 tahun yang seharusnya memperoleh layanan tersebut. Berbagai
program yang ada baik langsung (melalui Bina Keluarga Balita dan
Posyandu) yang telah ditempuh selama ini ternyata belum memberikan
layanan secara utuh, belum bersinergi dan belum terintegrasi
pelayanannya antara aspek pendidikan, kesehatan dan gizi. Padahal ketiga
aspek tersebut sangat menentukan tingkat intelektualitas, kecerdasan
dan tumbuh kembang anak.
Pada lembaga pendidikan anak usia dini, kini sudah mengajarkan anak
tentang dasar-dasar dalam cara belajar. Di usianya yang masih sangat
dini tersebut, anak akan diperkenalkan terlebih dahulu pada sebuah
fondasi. Mereka akan mengetahui semuanya sedikit demi sedikit melalui
apa yang mereka lihat dan pelajari. Dengan mereka bermain akan diajarkan
bagaimana cara yang tepat dalam bersosialisasi, mengatur waktu dan yang
terpenting bisa menguasai 1-3 bahasa.
Pendidikan anak usia dini yang orang tua berikan bagi anak merupakan
suatu persiapan kematangan anak dalam menghadapi masa demi masa untuk
perkembangannya di masa yang akan datang. Saat ini telah banyak berbagai
sekolah taman kanak-kanak memberikan pendidikan yang baik dan
berkualitas demi mengembangkan kemampuan dan bakat dalam diri anak
tersebut. Oleh karena itu, diperlukan usaha dan orangtua dalam mengajar
dan mendidik anak terutama dalam membaca. Mengajar anak membaca tidak
harus melihat berapa usia yang tepat untuk mengajarkannya. Yang
terpenting disini adalah Anda berusaha memberikan yang terbaik dalam
pendidikannya kelak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar